Greatest Hits of Sheila On 7: Cerita Manis dari Kota Kembang

Home/Updates/News/Greatest Hits of Sheila On 7: Cerita Manis dari Kota Kembang

Greatest Hits of Sheila On 7: Cerita Manis dari Kota Kembang

Minggu, (18/9) Sheila On 7 merapat ke Bandung, kota yang menjadi titik ketiga setelah Palangkaraya dan Pontianak dalam rangkaian tour Greatest Hits of Sheila On 7 bersama Event Organizer Lian Mipro. Konser kali ini pun terasa lebih spesial. Sudah lama juga Sheila On 7 tak menggelar konser di Bandung, biasanya mereka melakukan pertunjukan untuk acara sekolah atau kampus.

Brian, Eross, Duta, dan Adam sudah siap berada di balik panggung untuk memulai penampilannya. Pukul 8 malam, satu per satu personil mulai menaiki tangga menuju panggung, yang juga disambut histeris oleh penonton yg hadir. Duta yang mengenakan blazer hitam berdiri di titik depan panggung, lalu membagi senyumannya kepada penonton.

Harmonika menjadi partner setia yang selalu menemani Duta membawakan lagu “Selamat Datang”. Walaupun ada sedikit kendala teknis pada microphone Duta, syukurlah hal tersebut bisa dengan segera teratasi sehingga tak mengurangi keseruan aksinya di atas panggung. “Temen saya banyak banget yang dateng hari ini. Ada dari Jakarta, Sheilagank Jabodetabek dan dari Bandung tentunya, Sheilagank PVJ. Kita seneng-seneng ya malam ini” ucap Duta.

Lagu “Tentang Hidup” yang dinyanyikan malam itu, rasanya selalu membawa kita kepada nuansa sendu tersendiri. Selain makna dari liriknya yang dalam, lagu ini kerap membuat perasaan terenyuh. Kemudian ketika “Betapa” dinyanyikan, Eross memasang ekspresi seolah sedang menyihir penonton dengan jari jemarinya. Melihat ekspresi para personil yang random ketika membawakan lagu-lagu tertentu adalah kejutan yang menyenangkan di setiap pertunjukan Sheila On 7.

bandung-11

Part karaoke massal pun selalu menjadi tambahan energi tersendiri, entah bagi penonton sendiri maupun para personil. Salah satunya ketika membawakan lagu “Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki”. Lagu “Yang Terlewatkan” terkadang memaksa kita untuk mengingat tentang bagaimana kita yang pernah melewatkan orang terkasih untuk kemudian menyesalinya. Melihat penonton terhanyut dari lagu ke lagu yang dibawakan mendeklarasikan bahwa karya-karya Sheila On 7 memiliki tempat yang begitu spesial di hati para pendengarnya.

Duta mengakui, bahwa “My Lovely” adalah salah satu lagu favoritnya di album Musim Yang Baik. Lagu ini berkisah tentang kasih sayang seorang Ayah kepada anaknya. Adam, sang pencipta lagu memang selalu berhasil menghasilkan lagu romantis walau bukan bertemakan cinta-cintaan ala remaja tanggung.

Malam itu baris penonton tak hanya diisi oleh anak ABG usia belasan. Yang terlihat, ada sepasang kekasih, lalu sepasang suami istri bersama anaknya, kemudian Ibu dan anaknya, hingga orang tua yang usianya pun jelas di atas para personil Sheila On 7.

Malam hari itu kian dingin, namun suasana makin hangat. Energi penonton sampai juga ke atas panggung. Karena di luar hujan deras, medley panjang pun dikemas dengan pas untuk memanjakan penonton, mulai dari lagu “Kau Kini Ada”, “Temani Aku”, “Generasi Patah Hati”, “Perhatikan, Rani!”, sampai “Pria Kesepian”. Adam membaringkan bassnya di lantai panggung, lalu memainkannya dengan apik dari bawah. Di bagian akhir lagu, Eross dan Adam berdiri sejajar, lalu menaikkan alat musik mereka ke atas dan memainkannya secara bersamaan.

“Cicing wae atuh”. Eross mengucapkan bahasa Sunda ketika Duta terdiam sebelum menyanyikan lanjutan lirik lagu “Sephia”.

Duta menyalami penonton di baris depan satu per satu. Juga tak ragu meladeni ajakan foto bareng dengannya. Ketika Duta sudah berpamitan kepada penonton, Eross dengan gaya isengnya malah memainkan kord “Sahabat Sejati” sebagai encore malam itu. Satu per satu personil mulai meninggalkan panggung, dan Brian pun melemparkan stik drumnya kepada penonton yang tentunya membuat para penonton berebut untuk mengambilnya.

Selepas tampil, seperti biasanya, backstage selalu menjadi tujuan utama para penggemar. Para personil meladeninya untuk sekedar ajakan berfoto bersama, atau bahkan permintaan greeting video. Selepas itu, mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak. Tak lupa, mereka juga menyempatkan waktu untuk bertemu dengan para member resmi Sheilagank. Setiap perjalanan tur, dari panggung ke panggung tampaknya serupa namun kenyataannya selalu memiliki cerita dan kesan tersendiri.

bandung-10

Di balik para penonton yang berbahagia malam itu, ada hal yg sedikit disayangkan. Promosi acara yang terlihat kurang optimal dari pihak penyelanggara tampaknya menjadi faktor yang menyebabkan penonton yang datang tidak seramai pertunjukan – pertunjukan Sheila On 7 di Bandung sebelumnya . Pastinya pihak penyelenggara harus lebih berbenah lagi menuju tour di kota – kota berikutnya.

Sekian sedikit cerita dari Kota Bandung. Sampai jumpa dengan cerita-cerita selanjutnya. Semoga walau hanya lewat tulisan ini, yang tidak bisa hadir untuk menonton bisa turut merasakan kebahagiaan kami malam itu. (rockintari)

 

 

 

 

 

2016-11-23T08:50:06+00:00 September 30th, 2016|News|0 Comments

Leave A Comment