Konser Perdana Sheila On 7 di Aceh

Home/Updates/News/Konser Perdana Sheila On 7 di Aceh

Konser Perdana Sheila On 7 di Aceh

Atas izin Allah SWT, Sheila On 7 bisa menghampiri penggemar setia mereka di Aceh. Penantian selama 20 tahun pun akhirnya berhasil dituntaskan.

Bisa tampil di Aceh menjadi hal yang amat berkesan bagi Sheila On 7. Setelah sebelumnya beberapa kali harus gagal tampil di Aceh, kali ini Sheila On 7 dapat menebus semua itu dengan mengobati kerinduan penggemar mereka di kota yang berjulukan Serambi Mekkah tersebut. Sempat dijadwalkan bermain pada 30 Juli 2016, jadwal pun harus diundur menjadi tanggal 10 Agustus 2016 dikarenakan meninggalnya dua ulama kharismatik di Aceh, Abon Seulimun dan Abuya Djamaluddin Waly.

Dari Ki – Ka : Perempuan, Keluarga, Laki – laki

Ada yang berbeda dari penampilan Sheila On 7 di Aceh ini, yang tentunya tidak akan ditemukan ketika sedang bermain di kota-kota lain. Sesuai dengan peraturan daerah yang ditetapkan di Aceh, penonton perempuan dan laki-laki harus dipisah ketika menonton pertunjukan musik. Oleh karena itu, penonton laki-laki ditempatkan di sebelah kiri, sedangkan penonton perempuan berada di sebelah kanan. Selain itu, bagi penonton yang ingin menyaksikan bersama pasangannya diharuskan membawa buku nikah beserta KTP untuk bukti bahwa mereka adalah pasangan halal. Hal seperti ini tentunya menjadi pengalaman baru bagi Sheila On 7 .

Tampil sekitar pukul 21:30 WIB di Taman Budaya Banda Aceh, Sheila On 7 menyapa malam perdana mereka di Aceh dengan lagu “Selamat Datang”, lengkap dengan harmonika yang selalu dibawa Duta untuk ditiupnya dalam part lagu tersebut. “Jadikan Aku Pacarmu” menjadi penerus estafet setlist pembuka. Nyanyian penonton begitu keras, hampir saja mengalahkan suara sang vokalis. “Terima kasih buat kalian yang sudah meluangkan sedikit waktunya untuk datang ke sini. Selama 20 tahun Sheila On 7 ada, ini kali pertama bisa bermain di sini, dan kami sangat bersyukur. Semoga semuanya bahagia ya malam ini,” ucap Duta sebelum memainkan tembang “Seberapa Pantas”.

“Hari Bersamanya” melanjutkan repertoar malam itu, untuk kemudian diteruskan oleh “Pemuja Rahasia”, nomor paling manis dari album Pejantan Tangguh. Tak bisa dipungkiri, lagu ini menjadi  daftar yang paling ditunggu oleh penonton yang menyaksikan konser Sheila On 7. Brian saja selalu mengabadikan bagaimana moment ketika lagu ini berhasil membuat sekeliling venue penuh dengan kilau cahaya putih, yang berasal dari lampu telepon genggam para penonton yang sangat memanjakan mata. Dan malam itu, para penonton yang hadir sukses melakukannya dengan indah. Set pun kembali dilanjutkan dengan memainkan nomor “Yang Terlewatkan” dan “My Lovely”.

Medley malam itu diisi oleh “Radio” dan “Kita”, dua lagu hits yang pernah menjadi langganan chart di radio-radio dan televisi pada masa Sheila On 7 baru saja mengawali karirnya di industri musik Indonesia. Lalu, Eross memainkan intro “Sephia” yang dengan spontan diikuti oleh penonton. Tanpa diberi aba-aba untuk bernyanyi, dengan sendirinya mereka mengambil alih posisi Duta untuk menyanyikan lagu tersebut. Yap, malam itu Sephia direbut sejenak singgasananya dari kemudi  sang frontman penggemar berat AC Milan tersebut.  “Betapa” dan “Anugerah Terindah” melanjutkan set dengan diiringi karaoke massal penonton,  sedari awal Duta keluar dari balik panggung, kerasnya tak sedikitpun berkurang. It was a great night!

“Lapang Dada” menjadi nomor injury time yang dimainkan Sheila On 7. Eross pun menyisir sisi kiri panggung untuk berinteraksi lebih dekat lagi dengan penonton. Klimaks pun dimaksimalkan lewat “Melompat Lebih Tinggi” yang diplot sebagai lagu penutup di setlist yang sudah dibuat. Namun, setlist hanyalah setlist, dan yang terjadi, Duta cs memberikan bonus encore kepada Sheilagank yang hadir. “Dan” serta “Kisah Klasik” menjadi lagu penutup yang sempurna. Seperti halnya makna dari lirik dua lagu tersebut, apabila digabungkan keduanya akan menyampaikan pesan: kita tidak pernah tahu esok hari nanti akan seperti apa, maka ada saatnya kali ini kita bersenang-senang sejenak demi untuk bisa mengingat dan mengenangnya di masa depan nanti.

Malam itu, Sheila On 7 berhasil mengobati segala kerinduan dan penantian 1200 penonton yang terlihat enggan untuk surut menyalakan suaranya sepanjang konser berlangsung. Pastinya, hal ini juga akan menjadi sesuatu yang terus diingat oleh Sheila On 7 sendiri.

Selepas konser, Sheila On 7 juga sempat bertemu dengan perwakilan Sheilagank Aceh yang dihadiri oleh 43 orang anggota. Pada kesempatan tersebut, para personel melakukan peresmian Sheilagank Aceh sebagai fanbase resmi dari Sheila On 7 di Aceh. Semoga moment ini bisa menjadi awal yang baik untuk kedua belah pihak ya, Ganks!  (rockintari)

2016-11-23T08:50:13+00:00 Agustus 12th, 2016|News|0 Comments

Leave A Comment